The Anti Cancer Drugs

Sepekan berinteraksi dengan obat-obatan saat membimbing adik-adik dalam praktikum Manajemen Kesehatan dan kesejahteraan ternak merupakan saat-saat yang menyenangkan dan meninggalkan kenangan tersendiri. Banyak pelajaran berharga bagiku yang dapat diambil.

Bahwa obat dapat menjadi wasilah (jalan) kesembuhan adalah hal yang perlu diyakini secara ilmiah. Namun kesembuhan itu sendiri hanya Allah yang menjadikannya mungkin.

Hari-hari panjang dalam penantian menuju kesembuhan dari suatu penyakit adalah penantian yang terasa sangat panjang dan melelahkan. Ya, menjadi demikian bila dijalani tanpa adanya kesabaran dan keihlasan.

Seorang ibu yang baik hati menanyakan kepadaku tentang obat yang senatiasa dikonsumsinya, “Nak, Ibu minta tolong dicarikan informasi di internet tentang obat yang ibu konsumsi, ini nama obat-obatnya… soalnya ibu bingung, kok banyak banget obatnya…bosan juga..pahit..” ujarnya polos. Ibu tersebut menyebutkan satu persatu nama obatnya, jumlahnya tidak kurang dari 20 jenis. Wah, banyak sekali pikirku. Dari sekian banyak nama obat yang disebutkan beberapa ku kenali seperti obat untuk mencegah infeksi virus, antibiotik, dan beberapa jenis vitamin. Namun tidak seluruhnya kukenali, obat yang lainnya nyaris tak ku kenal dengan nama-namanya yang sangat asing.

Ibu yang baik ini pengidap kelainan hematologi, Multiple Myeloma. Sejenis malignansi sel darah putih. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan Leukemia.

(Multiple myeloma (from myelo-, bone marrow), also known as MM, myeloma, plasma cell myeloma, or as Kahler’s disease (after Otto Kahler) is a cancer of the white blood cells known as plasma cells. A type of B cell, plasma cells are a crucial part of the immune system responsible for the production of antibodies in humans and other vertebrates. They are produced in the bone marrow and are transported through the lymphatic system. Due to the fundamental nature of the system affected, multiple myeloma manifests systemic symptoms that make it difficult to diagnose. Myeloma is generally thought to be incurable, but remissions may be induced with steroids, chemotherapy, thalidomide and stem cell transplants.)

Mengingatkanku pada sabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam,

“Ada dua nikmat, dimana banyak orang yang tertipu dengan keduanya : nikmat sehat dan waktu luang”.(HR. Bukhari dari Ibnu Abbas)

Hmm, namun ada hal yang luar biasa dari kasus ibu yang baik hati ini. Kesabarannya dalam mengahadapi karunia dari Allah berupa penyakit ini tidak mengurangi semangatnya sedikit pun.

“Ah..ibu sebenarnya tidak apa-apa, jalan normal, naik-turun tangga masih mampu, alat indera normal. Hanya saja masalahnya cuma kondisi darah ibu saja yang kurang baik..” ujarnya sederhana. Terasa keikhlasan dalam keberserahan yang dalam dari lisannya. Padahal, di Amerika Serikat saja terdapat 2 kematian setiap 1 jam disebabkan penyakit ini.

Subhanallahu Ta’ala..ujarku dalam hati.

Di sela-sela praktikum saat ada kesempatan kosong, sementara adik-adik mahasiswa melaksanakan tugas membuat resume, aku merapat ke belakang menuju laptop milik sahabat se-asisten yang dibiarkan aktif tersambung ke internet. Lalu satu persatu nama obat yang ibu tersebut berikan melalui pesan singkat ku cari di internet.

Ajaib, google sungguh membantu.

Satu persatu keterangan tentang obat-obat tersebut kudapatkan. Nama Generik, nama dagang, kadar bahan aktif, peruntukkan, dan aplikasinya. Lagi-lagi aku bergidik. Betapa tidak, ternyata obat-obatan tersebut adalah obat keras, hampir seluruhnya. Kecuali beberapa vitamin.

Allahu Akbar, tubuh yang lemah ternyata tidak selemah yang kubayangkan. Kemampuannya dalam menahan efek samping obat-obatan yang sejatinya adalah racun.

“It’s better to prevent than to treat” (Hippocrates)

Benar saja, ternyata mencegah lebih baik daripada mengobati. Aku setuju!.

Suatu hari sang Ibu baik hati tersebut kembali menanyakan keterangan tentang jenis obat yang dari hari ke hari terus bertambah.

“…kalo obat ini untuk apa ya nak? Namanya Bortezomib (VELCADE(TM)) 3.5mg.. Harganya mahal sekali, Aplikasinya dengan injeksi…” ujarnya penasaran..

Aku langsung teringat ucapan Bapak drh. Dwi Cipto Budinuryanto, dosenku. Katanya untuk merek dagang suatu obar biasanya di akhir nama ada huruf ® artinya Registered atau terdaftar. Namun yang ini berbeda, diakhir nama-nya ada tambahan TM. Artinya Trademark atau Merek Dagang.

Any time you claim rights in a trademark, you may use the “TM” (trademark on goods) or “SM” (service mark) designation to alert the public to your claim, regardless of whether you have filed an application with the state or USPTO. However, you may use the federal registration symbol “®” only after the federal USPTO actually issues a registration, and not while an application is pending or after registration expires. Also, you may use the registration symbol with the registered mark only on or in connection with the goods and/or services listed in the federal trademark registration. Any major change to the mark or the goods/services will require another registration. Federal registrations require periodic maintenance fees (i.e., every 10 years).

Hmm..aku menduga pasti yang bertanda TM. Lah merek dagangnya.

Kulanjutkan mencari informasinya dengan bantuan “Om Google yang gak loli (loba lila—lama).

Wah ternyata “om google” sangat baik hati dengan mengarahkanku langsung ke situs pemilik merek dagang tersebut.

http://www.velcade.com/

Ada juga situs lain yang menyajikan jurnal-jurnal ilmiah tentang aplikasi obat tersebut dalam dunia medis.

Subhanallah..

Ternyata ini adalah obat dari jenis Anti Kanker. Ibu yang baik itu ternyata sedang menjalani Kemoterapi.

Chemotherapy: Treatment with anti-cancer drugs.
Chemotherapy, in its most general sense, is the treatment of disease by chemicals[1] especially by killing micro-organisms or cancerous cells. In popular usage, it refers to antineoplastic drugs used to treat cancer or the combination of these drugs into a cytotoxic standardized treatment regimen. In its non-oncological use, the term may also refer to antibiotics (antibacterial chemotherapy). In that sense, the first modern chemotherapeutic agent was Paul Ehrlich’s arsphenamine, an arsenic compound discovered in 1909 and used to treat syphilis. This was later followed by sulfonamides discovered by Domagk and penicillin discovered by Alexander Fleming.

Most commonly, chemotherapy acts by killing cells that divide rapidly, one of the main properties of most cancer cells. This means that it also harms cells that divide rapidly under normal circumstances: cells in the bone marrow, digestive tract and hair follicles; this results in the most common side effects of chemotherapy—myelosuppression (decreased production of blood cells), mucositis (inflammation of the lining of the digestive tract) and alopecia (hair loss).

Bortezomib (VELCADE) adalah proteasome inhibitor pertama dan satu-satunya saat ini sedang dievaluasi dalam uji klinis untuk pengobatan kanker.

Bortezomib marketed as Velcade by Millennium Pharmaceuticals is the first therapeutic proteasome inhibitor to be tested in humans. It is approved in the U.S. for treating relapsed multiple myeloma and mantle cell lymphoma.In multiple myeloma, complete clinical responses have been obtained in patients with otherwise refractory or rapidly advancing disease.

Bortezomib is a medication which interferes with the growth of cancer cells and restricts them from spreading in the body.This medication taken along with antifungal drugs (clotrimazole, itraconazole), antidepressant drugs(nefazodone, paroxetine) or barbiturate (amobarbital, butabarbital) may effect its performance.

The mechanism of action of bortezomib combination therapy with activation of PKC-d can enhance the therapeutic effect of bortezomib providing a unique opportunity to overcome resistance to conventional chemotherapy.

Hal yang mencengangkan adalah harga obat ini jika dinilai dengan ukuran mata uang. Tidak tanggung-tanggung harganya USD 2.400.00 untuk setiap 1 vial 3.5 mg. Jika dikonversi ke dalam Rupiah saat ini maka didapatkan nilai Rp. 21.840.000. Subhanallah. Obat yang sangat mahal ya.

Pengalaman ini sungguh berhagra dan tak ternilai. Betapa Kesehatan menjadi sangat berharga tatkala kita mengetahui bahwa di sisi kehidupan yang lain, di belahan bumi yang lain, di tampat yang jauh, atau di sini, di dekat kita ada pribadi-pribadi luar biasa yang sedang bersabar dalam penantiannya yang panjang, bahkan penantian yang tak terestimasi. Mungkin tak akan sampai pada apa yang dinanti karena Allah menginginkan jalan lain. Menyegerakan akhir hidupnya.

Allahu Akbar.
Teringat nasihat seorang sahabat, ”Pasrahkan semuanya sama Allah..Laa Yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa. Yakinlah. Jangankan yang sakit, yang sehat aja belum tentu punya umur panjang.” Subhanallah..

Sungguh itu benar adanya.

Hmm…banyak cara penyakit dalam membatasi kehidupan manusia. Namun Allah maha adil kok, tentunya banyak cara juga untuk mencegah penyakit menyerang jasad dan keceriaan kita. Bahkan banyak cara positif yang dapat diambil dalam menjalani hidup kendati dalam keadaan tervonis. Seperti halnya cerita singkat tentang Ibu baik hati yang luar biasa tersebut.

Sebuah sumber memberikan beberapa pendekatan (tips) yang dapat diambil dalam upaya mencegah terjadinya penyakit pada tubuh kita. Ada 10 cara sederhana bahkan salah satunya cukup lucu, berikut tips-nya:
1. Mengontrol asupan kalori dan memperbanyak konsumsi makanan yang memiliki nilai gizi baik dan seimbang
2. Melakukan olahraga/latihan yang sifatnya aerobik minimal 30 menit saja setiap hari.
3. Kelola Stress Anda, karena stress merupakan jalan yang memungkinkan penyakit-penyakit utama menyerang tubuh kita.
4. Jangan Merokok. Hmm..Agama Islam sangat jelas melarang kita untuk melakukan hal yang membahayakan tubuh kita..^^
5. Minum air yang memadai (baik jumlah maupun kualitas)
6. Konsumsi Vitamin untuk menjaga vitalitas tubuh.
7. Tertawalah (tapi jangan berlebihan), atau bahkan tertawailah penyakit-penyakit yang kronis itu. Katanya ini bukan lelucon. It works!
8. Memelihara hewan kesayangan (pet). Hmm…bisa menurunkan potensi stress.
9. Nikmati hobbi kita, apa pun itu asal positif buat kita, orang lain, agama, dll.
10. Agendakan waktu untuk berdo’a kepa Allah. Nah ini nih yang jangan dilupakan.
http://generalmedicine.suite101.com/article.cfm/the_ten_best_ways_to_prevent_disease

Ok deh sahabat-sahabat, Keep Healthy.

Oya,
^____^
Senyum adalah obat yang juga manjur lho..

Ayo senyum…
Lho kok gak senyum..ayo..
Nah..Alhamdulillah…
^_____^

“Apa pun yang terjadi kepada Anda akan menguatkan Anda, jika Anda tidak menggunakannya untuk melemahkan diri Anda sendiri”. (Bapak Mario Teguh)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: